Friday, July 10, 2020
NGEJALUR RAME-RAME KE PANTAI DI MALANG
Tips Mencuci Motor Trail Anda
Aktivitas trail adventure sudah pasti bergelut dengan debu, lumpur,
pasir dan kotoran lain yang akan menempel pada motor trail. Agar motor
Anda tetap awet, jagalah kebersihan motor dan jangan biarkan dalam
kondisi kotor setelah dipakai. Segera cuci dan apabila lumpur sudah
mengering dan lekat di bodi motor, gunakan semprotan air bertekanan
tinggi agar kotoran cepat rontok. Berikut tips-tips mencuci motor trail
kesayangan Anda.
Pastikan kondisi mesin dan saluran pembuangan/knalpot telah dingin sebelum dicuci.
Hindari menggunakan bahan kimia yang keras, larutan, sabun dan produk lainnya yang mengandung amonia.
Bahan bakar, minyak rem dan coolant dapat merusak permukaan yang dicat dan permukaan plastik. Segera cuci jika mengenainya.
Hindari menggunakan sikat kawat atau kain yang mengandung serat besi yang bersifat mengikis.
Jika menggunakan semprotan bertekanan tinggi, jangan sampai mengenai komponen Coil dan CDI, lubang knalpot, dan tangki bahan bakar yang terbuka.
Bilaslah motor menggunakan busa/spons dengan campuran air dingin dan sabun khusus sepeda motor atau shampo. Jika perlu, gunakan sedikit solar pada kain untuk menghilangkan oli atau grease.
Setelah mencuci, siram dengan air bersih untuk mengilangkan sabun, kotoran dan residu yang dapat merusak komponen kendaraan.
Setelah mencuci, gunakan kain lembut atau kanebo untuk mengeringkan air di motor. Jangan tunggu air hingga kering karena dapat merusak permukaan yang dicat.
Hidupkan mesin pada putaran stasioner dan tunggu beberapa menit. Panas dari mesin akan membantu mengeringkan area di sekitarnya.
Mencuci motor wajib Anda lakukan jika Anda baru saja ber-adventure di daerah pantai atau jalanan yang dekat dengan air laut. Segera cuci dengan air dingin. Jangan gunakan air hangat karena dapat mempercepat reaksi kimia dari garam tersebut. Setelah kering, berikan pelindung korosi seperti Chain Lube di bagian rantai, gear, leher knalpot, baut dan mur dll untuk mencegah terjadinya karat. Salam satu jalur!
Pastikan kondisi mesin dan saluran pembuangan/knalpot telah dingin sebelum dicuci.
Hindari menggunakan bahan kimia yang keras, larutan, sabun dan produk lainnya yang mengandung amonia.
Bahan bakar, minyak rem dan coolant dapat merusak permukaan yang dicat dan permukaan plastik. Segera cuci jika mengenainya.
Hindari menggunakan sikat kawat atau kain yang mengandung serat besi yang bersifat mengikis.
Jika menggunakan semprotan bertekanan tinggi, jangan sampai mengenai komponen Coil dan CDI, lubang knalpot, dan tangki bahan bakar yang terbuka.
Bilaslah motor menggunakan busa/spons dengan campuran air dingin dan sabun khusus sepeda motor atau shampo. Jika perlu, gunakan sedikit solar pada kain untuk menghilangkan oli atau grease.
Setelah mencuci, siram dengan air bersih untuk mengilangkan sabun, kotoran dan residu yang dapat merusak komponen kendaraan.
Setelah mencuci, gunakan kain lembut atau kanebo untuk mengeringkan air di motor. Jangan tunggu air hingga kering karena dapat merusak permukaan yang dicat.
Hidupkan mesin pada putaran stasioner dan tunggu beberapa menit. Panas dari mesin akan membantu mengeringkan area di sekitarnya.
Mencuci motor wajib Anda lakukan jika Anda baru saja ber-adventure di daerah pantai atau jalanan yang dekat dengan air laut. Segera cuci dengan air dingin. Jangan gunakan air hangat karena dapat mempercepat reaksi kimia dari garam tersebut. Setelah kering, berikan pelindung korosi seperti Chain Lube di bagian rantai, gear, leher knalpot, baut dan mur dll untuk mencegah terjadinya karat. Salam satu jalur!
Wednesday, July 8, 2020
Trail Adventure ke Pemandian Cangar di Batu
Mengatasi Motor Trail Terendam Air
Saat kita ber-adventure di medan off road, pasti ada kalanya kita
harus melalui rute sungai atau genangan air yang cukup dalam sehingga
berpotensi membuat motor trail tenggelam. Jika skill Anda cukup mumpuni
serta kondisi motor trail yang prima, maka jalur sungai atau kubangan
air tidak akan jadi masalah. Namun jika skill Anda kurang ataupun faktor
keberuntungan tidak berpihak pada Anda, motor trail bisa terendam dan
mesin akan mogok karena kemasukan air. Biasanya, kita langsung berusaha
menghidupkan kembali motor dengan memencet tombol starter terus-menerus.
Cara tersebut sebenarnya tidak dianjurkan karena dapat membuat
kerusakan mesin. Jika motor kemasukan air hingga terendam maka yang
harus dilakukan agar kondisinya tidak menjadi semakin parah adalah :
1. Keluarkan segera motor dari air. Jika tidak kuat, minta bantuan rider lain untuk menaikkan motor.
2. Jangan hidupkan mesin. Ini untuk menghidari air masuk lebih jauh ke dalam mesin dan sistem pengapian. Jika mesin dipaksa dihidupkan, maka dikhawatirkan akan masuk mesin dan terjadi efek yang disebut “Water Hammer” (kondisi di mana air masuk ke ruang bakar dan tidak bisa dikompresi seperti bahan bakar)
3. Angkat motor dengan posisi roda depan berada di atas (posisi standing), tujuannya agar air yang masuk dan berada di saluran buang motor bisa keluar. Semakin tegak posisi motor, maka semakin maksimal air yang keluar.
4. Kemudian buka air box (saringan udara/boks filter udara). Tujuannya adalah jika ada air yang masuk tempat tersebut, tidak terbawa masuk ke dalam karburator saat motor dinyalakan. Keringkan juga busa filternya.
5. Kosongkan Float Chamber karburator (bak penampung kelebihan bensin di bawah karburator). Tujuannya agar bensin bersih dari air dan tidak membasahi busi serta silinder.
6. Periksa kondisi busi, pastikan kondisinya kering.
7. Dengan kondisi busi masih terbuka, tutup lubang busi dengan jari dan kayuh kick starter motor atau tekan tombol electric starter. Ini untuk melihat apakah air sudah masuk ke dalam ruang bakar. Jika saat dikayuh atau mesin diputar dan muncul air pada jari kita, itu pertanda bahwa motor harus segera dievakuasi dengan ditowing atau diseret dengan motor lain. Dalam kondisi ini, sangat tidak disarankan untuk menyalakan mesin, karena akan terjadi Water Hammer dan jeroan motor akan rusak.
8. Jika tidak ada air yang muncul saat kita starter, pasang kembali busi dan coba nyalakan mesin motor dengan kondisi air box masih terbuka.
9. Jika mesin sudah berhasil hidup biarkan beberapa saat menyala. Dan buka besar-besar tuas gas agar air yang masih bertahan di saluran buang bisa terdorong keluar.
10. Posisikan busa filter di moncong knalpot dan buka tuas gas, tujuannya supaya air yang menempel pada rongga-rongga busa filter, bisa dikeringkan dengan bantuan tekanan dari pipa knalpot tadi.
11. Jika sudah kering, pasang kembali filter pada air box, dan tutup kembali air box.
12. Pastikan semua part dan bagian motor yang kita bongkar sudah terpasang kembali dan kencangkan semua mur dan bautnya.
1. Keluarkan segera motor dari air. Jika tidak kuat, minta bantuan rider lain untuk menaikkan motor.
2. Jangan hidupkan mesin. Ini untuk menghidari air masuk lebih jauh ke dalam mesin dan sistem pengapian. Jika mesin dipaksa dihidupkan, maka dikhawatirkan akan masuk mesin dan terjadi efek yang disebut “Water Hammer” (kondisi di mana air masuk ke ruang bakar dan tidak bisa dikompresi seperti bahan bakar)
3. Angkat motor dengan posisi roda depan berada di atas (posisi standing), tujuannya agar air yang masuk dan berada di saluran buang motor bisa keluar. Semakin tegak posisi motor, maka semakin maksimal air yang keluar.
4. Kemudian buka air box (saringan udara/boks filter udara). Tujuannya adalah jika ada air yang masuk tempat tersebut, tidak terbawa masuk ke dalam karburator saat motor dinyalakan. Keringkan juga busa filternya.
5. Kosongkan Float Chamber karburator (bak penampung kelebihan bensin di bawah karburator). Tujuannya agar bensin bersih dari air dan tidak membasahi busi serta silinder.
6. Periksa kondisi busi, pastikan kondisinya kering.
7. Dengan kondisi busi masih terbuka, tutup lubang busi dengan jari dan kayuh kick starter motor atau tekan tombol electric starter. Ini untuk melihat apakah air sudah masuk ke dalam ruang bakar. Jika saat dikayuh atau mesin diputar dan muncul air pada jari kita, itu pertanda bahwa motor harus segera dievakuasi dengan ditowing atau diseret dengan motor lain. Dalam kondisi ini, sangat tidak disarankan untuk menyalakan mesin, karena akan terjadi Water Hammer dan jeroan motor akan rusak.
8. Jika tidak ada air yang muncul saat kita starter, pasang kembali busi dan coba nyalakan mesin motor dengan kondisi air box masih terbuka.
9. Jika mesin sudah berhasil hidup biarkan beberapa saat menyala. Dan buka besar-besar tuas gas agar air yang masih bertahan di saluran buang bisa terdorong keluar.
10. Posisikan busa filter di moncong knalpot dan buka tuas gas, tujuannya supaya air yang menempel pada rongga-rongga busa filter, bisa dikeringkan dengan bantuan tekanan dari pipa knalpot tadi.
11. Jika sudah kering, pasang kembali filter pada air box, dan tutup kembali air box.
12. Pastikan semua part dan bagian motor yang kita bongkar sudah terpasang kembali dan kencangkan semua mur dan bautnya.
Explore Hidden Spot Bromo
Trip Overland Jawa Timur
Pentingnya Rim Lock/Stopper Ban Pada Motor Trail Anda
Rim lock merupakan sebuah perangkat mekanis yang berfungsi untuk
mengunci rim (velg) dengan ban dalam dan ban luar, khususnya saat ban
dalam kondisi kekurangan angin atau bahkan mengempis sama sekali. Orang
Indonesia sering kali menyebut rim lock dengan nama stopper ban. Pada
dasarnya, antara velg dan ban adalah dua hal yang terpisah. Keduanya
merekat dengan kuat ketika dalam kondisi terisi angin. Ketika tekanan
angin berkurang atau kosong, velg dan ban tidak lagi merekat, sehingga
bisa berputar sendiri-sendiri. Jika itu terjadi, pentil ban dalam bisa
sobek dan ban dalam pun bisa tergilas oleh velg yang membuat ban dalam
hancur. Dengan adanya rim lock, semua persoalan itu biasa diatasi. Saat
ban mengempis, rim lock akan menekan ban dalam mentok ke ban luar,
sehingga velg, ban dalam, dan ban luar masih bisa berputar secara
selaras bersama-sama.
Bagi para penggemar dirt bike atau enduro adventure, tentu saja rim lock itu sangat berguna. Kenapa? Kalau ban sampai bocor di tengah hutan gimana? Nggak ada tukang tambal ban di tengah hutan. Tentu ban motor harus bisa digunakan dan tidak hancur, paling tidak sampai ketemu tukang tambal ban di desa terdekat. Selain itu, saat trabas di kondisi jalan yang licin berlumpur, rider perlu mengurangi tekanan ban untuk mendapatkan traksi. Di sini lagi-lagi rim lock berguna agar rim dan ban tetap berputar bersama-sama.
Bagaimana cara memasang rim lock? Ada rider yang memasang satu rim lock di masing-masing ban, tapi ada juga yang memasang dua rim lock di setiap ban. Sebenarnya satu rim lock pada masing-masing ban sudah cukup aman, walaupun memang jauh lebih aman lagi kalau pasang dua rim lock di masing-masing ban. Kalau sobat mau memasang satu rim lock saja, pemasangan bisa dilakukan dengan posisi yang berdampingan dengan pentil ban. Tinggal diberikan jarak sekitar 10 cm dari pentil ban. Kalau mau pasang dua rim lock gimana? Satu rim lock dipasang di posisi yang berdampingan dengan pentil ban, sedangkan satu lagi berlawanan arah dengan pentil ban, sehingga seperti membentuk segitiga. Paling mudahnya tinggal pergi ke bengkel yang terpercaya, karena perlu ngebor rim juga untuk memasang rim lock. Oh ya, rim lock gampang ditemukan di toko-toko aksesoris dan variasi motor trail dengan harga antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000, tergantung ukuran dan merk. Semoga berguna…
sumber: adventuriderz
Bagi para penggemar dirt bike atau enduro adventure, tentu saja rim lock itu sangat berguna. Kenapa? Kalau ban sampai bocor di tengah hutan gimana? Nggak ada tukang tambal ban di tengah hutan. Tentu ban motor harus bisa digunakan dan tidak hancur, paling tidak sampai ketemu tukang tambal ban di desa terdekat. Selain itu, saat trabas di kondisi jalan yang licin berlumpur, rider perlu mengurangi tekanan ban untuk mendapatkan traksi. Di sini lagi-lagi rim lock berguna agar rim dan ban tetap berputar bersama-sama.
Bagaimana cara memasang rim lock? Ada rider yang memasang satu rim lock di masing-masing ban, tapi ada juga yang memasang dua rim lock di setiap ban. Sebenarnya satu rim lock pada masing-masing ban sudah cukup aman, walaupun memang jauh lebih aman lagi kalau pasang dua rim lock di masing-masing ban. Kalau sobat mau memasang satu rim lock saja, pemasangan bisa dilakukan dengan posisi yang berdampingan dengan pentil ban. Tinggal diberikan jarak sekitar 10 cm dari pentil ban. Kalau mau pasang dua rim lock gimana? Satu rim lock dipasang di posisi yang berdampingan dengan pentil ban, sedangkan satu lagi berlawanan arah dengan pentil ban, sehingga seperti membentuk segitiga. Paling mudahnya tinggal pergi ke bengkel yang terpercaya, karena perlu ngebor rim juga untuk memasang rim lock. Oh ya, rim lock gampang ditemukan di toko-toko aksesoris dan variasi motor trail dengan harga antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000, tergantung ukuran dan merk. Semoga berguna…
sumber: adventuriderz
Subscribe to:
Posts (Atom)


